Riaubertuah, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Provinsi Riau pada periode Januari-Juli 2026 mencapai 12,40 miliar dolar AS atau meningkat 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan bahwa peningkatan ekspor disebabkan oleh peningkatan ekspor non-minyak dan gas sebesar 4,97 persen dari 11,45 miliar dolar AS menjadi 12,02 miliar dolar AS. Sementara itu, ekspor minyak dan gas turun 48,57 persen, dari 728,71 juta dolar AS menjadi 374,76 juta dolar AS.
"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak 39,18 persen menjadi 319,59 juta dolar AS, begitu juga ekspor minyak mentah turun 72,85 persen menjadi 55,18 juta dolar AS," kata Asep Riyadi di Pekanbaru, Riau, Selasa.
Ia menjelaskan komoditas non-minyak dan gas mengalami peningkatan nilai ekspor dibandingkan dengan Januari-Juli 2025 terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 345,10 juta dolar AS (5,22 persen).
Komoditas lain yang juga mengalami peningkatan nilai ekspor adalah bahan kimia organik sebesar 292,97 juta dolar AS (81,12 persen).
Untuk tujuan ekspor non-minyak dan gas pada Januari-Juli 2026, yang terbesar adalah ke China dengan nilai 2,21 miliar dolar AS (18,44 persen). Diikuti oleh India sebesar 1,01 miliar dolar AS (8,40 persen) dan Malaysia sebesar 944,31 juta dolar AS (7,85 persen).Berbeda dengan periode Januari-Juni, nilai ekspor Riau pada Juli 2026 justru menurun sebesar 7,03 persen dibandingkan Juli 2025. Nilai tersebut mencapai 1,91 miliar dolar AS dengan ekspor non-minyak dan gas mencapai 1,87 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai impor Riau pada Januari-Juli 2026 mencapai 2,07 miliar dolar AS atau meningkat 111,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan impor non-minyak dan gas menjadi 1,98 miliar dolar AS atau 118,80 persen dan impor minyak dan gas sebesar 93,20 juta dolar AS atau meningkat 24,22 persen.
"Pada Juli 2026, nilai impor meningkat sebesar 199,72 juta dolar AS atau meningkat 21,08 persen dibandingkan Juli 2025. Impor non-migas pada Juli 2026 masih mendominasi dengan nilai183,78 juta dolar AS, meningkat 31,43 persen dibandingkan Juli 2025," katanya.***red/rfm
.png)

