Riaubertuah, Pekanbaru - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali turun sebesar Rp40,50 per kilogram atau 1,05 persen dari periode sebelumnya sehingga menjadi Rp3.834,39 per kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 19-25 Agustus 2026.
"Harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra swadaya mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dan kernel," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu.
Ia mengatakan pada periode ini harga CPO turun sebesar Rp76,78 per kg menjadi Rp15.658,99 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga kernel turun jauh lebih besar, yakni mencapai Rp1.298,20 per kg menjadi Rp13.145,12 per kg minggu ini.
Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma dengan harga pembelian dalam satu minggu ke depan juga turun sebesar Rp57,19 per kg atau mencapai 1,45 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp3.884,10 per kg.
Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga turun sebesar Rp50,99 per kg menjadi Rp15.689,50 per kg
Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma juga turun tajam sebesar Rp1.083,48 menjadi Rp13.075,00 per kg.
Dafris mengatakan dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.
"Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.***red/rfm
.png)

