Riaubertua, Pelalawan – Pembangunan kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, telah mencapai progres 92 persen dan kini memasuki tahap finishing. Proyek tersebut menjadi harapan besar masyarakat Pulau Mendol yang selama 36 tahun hanya menikmati layanan listrik selama 14 jam per hari, untuk segera mendapatkan listrik selama 24 jam.
Pulau Mendol merupakan wilayah yang masuk kategori 3T (Terpencil, Terisolir, dan Terluar). Keterbatasan akses listrik selama puluhan tahun menjadi persoalan yang terus dirasakan masyarakat dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Kini, perjuangan panjang masyarakat Kuala Kampar untuk mendapatkan pelayanan listrik selama 24 jam mulai memasuki tahap akhir. Pembangunan kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan akses listrik yang lebih merata.
Perjuangan tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Dorongan untuk menghadirkan listrik 24 jam datang dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat, aktivis, mahasiswa hingga pemerintah.
Salah satu perjuangan pembangunan kabel bawah laut ini diinisiasi melalui perkumpulan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK). Organisasi tersebut dipimpin oleh almarhum Agustian yang terus memperjuangkan kebutuhan listrik masyarakat Kuala Kampar.
Namun, perjuangan panjang itu harus melalui kenyataan yang berat. Ketika pembangunan kabel bawah laut sedang berjalan dan kini hampir selesai, Agustian lebih dahulu meninggal dunia menghadap Allah SWT.
Agustian meninggal dunia akibat sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Perjuangannya untuk mendorong pembangunan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol pun dijalani hingga akhir hayat.
Kini, perjuangan tersebut tinggal menunggu tahap penyelesaian. Masyarakat Kuala Kampar berharap pembangunan kabel bawah laut dapat segera rampung sehingga listrik 24 jam yang telah dinantikan selama puluhan tahun benar-benar dapat dinikmati.
Pelaksana Tugas Ketua Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK), Hamdani, mengatakan berdasarkan informasi dari pihak PLN, pekerjaan kabel bawah laut tersebut sudah memasuki tahap finishing.
Menurutnya, masyarakat Kuala Kampar sangat berharap target penyelesaian proyek dapat segera tercapai. Sebab, ketersediaan listrik selama 24 jam merupakan harapan yang telah diperjuangkan masyarakat selama puluhan tahun.
"Kami masyarakat Kuala Kampar berharap agar listrik 24 jam segera terwujud, ini yang ditunggu-tunggu selama puluhan tahun," jelas Hamdani, Kamis (27/08/2026).
Pembangunan kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol bukan sekadar proyek infrastruktur. Bagi masyarakat Pulau Mendol, penyelesaian proyek ini menjadi simbol dari perjuangan panjang untuk memperoleh pelayanan listrik yang lebih layak.
Setelah 36 tahun menikmati listrik hanya selama 14 jam dalam sehari, masyarakat kini menaruh harapan besar pada penyelesaian proyek tersebut. Listrik 24 jam diharapkan dapat segera menjadi kenyataan dan tidak lagi hanya menjadi harapan yang terus tertunda.
Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Sigit Fanani, menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan Sistem Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) Sokoi-Mendol.
Ia mengatakan, progres keseluruhan pekerjaan telah mencapai 92 persen. Sejumlah pekerjaan utama telah dilaksanakan, sementara pekerjaan tersisa kini memasuki tahap akhir.
«l"Sudah 92 persen, sisa pekerjaan pemendaman kabel laut sepanjang 150 meter di bagian tengah dan pengujian. Target selesai Minggu IV Agustus 2026, kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Pulau Mendol agar berjalan lancar," ujarnya singkat.
Berdasarkan keterangan tersebut, pekerjaan yang masih tersisa meliputi pemendaman kabel laut sepanjang 150 meter di bagian tengah serta proses pengujian. Tahap ini menjadi penentu sebelum proyek kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol benar-benar dinyatakan selesai.
Progres pembangunan yang telah mencapai 92 persen menunjukkan proyek tersebut sudah berada di fase akhir. Masyarakat kini menunggu realisasi target penyelesaian yang disampaikan PLN.
Perjuangan menghadirkan listrik 24 jam di Pulau Mendol juga menjadi catatan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah 3T membutuhkan perhatian serius. Selama puluhan tahun, masyarakat harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan waktu pelayanan listrik.
Pembangunan kabel bawah laut ini sekaligus menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat terus bergerak ketika diperjuangkan secara bersama-sama. Perjuangan FMKK, masyarakat, aktivis, mahasiswa dan pemerintah kini telah membawa pembangunan tersebut hingga tahap finishing.
Bagi masyarakat Kuala Kampar, selesainya proyek ini juga menjadi bagian dari perjuangan yang pernah digerakkan oleh almarhum Agustian. Meski tidak sempat menyaksikan langsung penyelesaian pembangunan tersebut, perjuangan yang telah dilakukan hingga akhir hayat kini tinggal menunggu tahap akhir.
Listrik 24 jam di Pulau Mendol bukan lagi sekadar tuntutan pembangunan. Dengan progres proyek yang telah mencapai 92 persen, masyarakat kini menanti pembuktian akhir bahwa wilayah yang selama 36 tahun hidup dengan keterbatasan listrik akhirnya dapat menikmati pelayanan listrik selama 24 jam penuh.
Keberhasilan menyelesaikan proyek kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol akan menjadi langkah penting bagi pemerataan akses listrik di Kabupaten Pelalawan. Harapan masyarakat kini sederhana namun tegas: proyek harus benar-benar selesai dan listrik 24 jam harus segera terwujud.***red/tim
.png)

