Pariwisata

Keren, Candi Muara Takus Bakal Terkoneksi Jalur Wisata Sejarah Terpadu di Riau

banner 160x600

riaubertuah.id

Riaubertuah, KAMPAR - Pengembangan kawasan Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, diarahkan tidak hanya bertumpu pada keberadaan situs cagar budaya, tetapi juga terintegrasi dengan infrastruktur dan destinasi sejarah lain di Provinsi Riau. Konsep tersebut dinilai dapat memperluas daya tarik wisata sekaligus membentuk jalur perjalanan sejarah yang lebih terstruktur bagi wisatawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, integrasi antardestinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mengembangkan potensi Candi Muara Takus secara lebih luas. Menurutnya, konektivitas infrastruktur dan keberadaan sejumlah situs sejarah di wilayah sekitar menjadi modal untuk membangun paket wisata yang saling terhubung.

"Harapan besar kita ke depan, pengembangan Candi Muara Takus ini dapat terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai dan destinasi wisata sejarah lainnya di Riau," kata Sekda Syahrial Abdi, Minggu (18/10/2026).

Dijelaskan, akses menuju Candi Muara Takus kini semakin mudah, terutama dengan tersedianya jaringan jalan tol yang memangkas waktu tempuh dari Pekanbaru. Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri untuk mendorong kunjungan wisatawan ke kawasan candi.

"Apalagi saat ini, akses menuju Candi Muara Takus dari Pekanbaru sudah sangat dekat dan cepat melalui jalan tol," jelasnya.

Diungkapkan, konektivitas tersebut dapat diperluas dengan menghubungkan Candi Muara Takus menuju sejumlah destinasi sejarah di Kabupaten Rokan Hulu. Ia menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah membuka dan menembus akses jalan yang menghubungkan kawasan Muara Takus dengan wilayah Rokan Hulu.

"Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah membuka dan menembuskan jalan dari Muara Takus menuju Kabupaten Rokan Hulu," ungkapnya.

Jalur tersebut dinilai memiliki prospek wisata yang kuat karena Rokan Hulu juga menyimpan sejumlah peninggalan sejarah dan budaya. Satu diantaranya Istana Raja Rokan IV Koto yang berada di kawasan yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah masyarakat Melayu Riau.

"Di Rokan Hulu, terdapat Istana Raja Rokan IV Koto dan tidak jauh dari sana terdapat situs sejarah Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai," tutur Syahrial.

Keberadaan sejumlah situs dalam akses dekat tersebut membuka peluang untuk membangun pola perjalanan wisata yang tidak berhenti pada satu destinasi. Penataan akses, fasilitas pendukung, informasi sejarah, hingga promosi dapat dilakukan secara terpadu sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan dalam satu rangkaian perjalanan.

Sekda Syahrial Abdi menilai, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi paket wisata sejarah yang menawarkan pengalaman perjalanan dalam satu hari. Candi Muara Takus dapat menjadi titik awal, kemudian wisatawan bergerak menuju Rokan Hulu untuk mengunjungi peninggalan sejarah lainnya.

"Jika seluruh kawasan ini ditata dan dihubungkan secara terpadu, kita bisa menciptakan satu paket wisata sejarah yang luar biasa, yaitu jalur One Day Trip. Dimulai dari Candi Muara Takus, dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto, dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai." pungkasnya.***red/rfm