Riaubertuah, Pekanbaru - Ikatan Masyarakat Kabupaten Pelalawan (IMKP) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Negeri Seiya Sekata akan menggelar Halal Bihalal Pasa Idul Fitri 1447, sekaligus pelepasan calon jemaah haji asal Pelalawan di Pekanbaru, pada Sabtu, (18/04/2026) Pukul 19.00 WIB Di Riau Garden.
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri sekitar 500 peserta dan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tahunan, tetapi juga dirangkai dengan seremoni pelepasan calon jemaah haji. Agenda ini dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan masyarakat Pelalawan di perantauan dengan unsur pemerintah daerah.
Ketua Panitia, Dr H Griven H Putera MA, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menyebut Halal Bihalal menjadi ruang konsolidasi sosial masyarakat Pelalawan di Pekanbaru.
“Halal Bihalal ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang memperkokoh persaudaraan dan kebersamaan warga Pelalawan di Pekanbaru yang menjadi agenda rutin IMKP setiap tahunnya,” ujarnya.
Griven menjelaskan, panitia telah menyebarkan sekitar 500 undangan kepada masyarakat Pelalawan yang berdomisili di Pekanbaru. Ia berharap kegiatan ini dapat dihadiri secara luas oleh warga agar semangat kebersamaan tetap terjaga.
“Melalui kesempatan ini kami mengajak seluruh masyarakat Pelalawan di Pekanbaru untuk hadir dan meramaikan kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali ini,” katanya.
Ketua Umum IMKP, Dr H Sudirman Shomary MA, menyebut Halal Bihalal ini merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan setiap bulan Syawal sejak organisasi berdiri. Tradisi ini dinilai sebagai simbol kuatnya solidaritas masyarakat Pelalawan.
Menurutnya, selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga memiliki nilai spiritual melalui pelepasan calon jemaah haji. Momen tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.
“Ini adalah tradisi yang terus kami jaga, sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan doa dan dukungan kepada para calon jemaah haji,” jelasnya.
Kegiatan pelepasan jemaah haji dalam rangkaian Halal Bihalal ini juga menjadi bentuk perhatian kolektif masyarakat Pelalawan terhadap warganya yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Acara Halal Bihalal IMKP Pekanbaru ini direncanakan dihadiri sejumlah pejabat penting dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi indikator kuatnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat.
Beberapa pejabat yang dijadwalkan hadir di antaranya Bupati Pelalawan H Zukri Misran, Wakil Bupati H Husni Thamrin, Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho, serta Pelaksana Tugas Gubernur Riau Sf Haryanto.
Selain itu, unsur Forkopimda Negeri Seiya Sekata juga turut diundang dalam kegiatan tersebut. Kehadiran semua pihak dinilai memperkuat legitimasi kegiatan sebagai agenda resmi yang memiliki nilai strategis.
IMKP Pekanbaru selama ini dikenal sebagai organisasi yang aktif menjaga hubungan sosial masyarakat Pelalawan di perantauan. Melalui kegiatan rutin seperti Halal Bihalal, IMKP berupaya mempertahankan identitas kultural dan sosial anggotanya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Dengan adanya interaksi langsung, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Dalam konteks ini, Halal Bihalal tidak hanya berfungsi sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan politik yang signifikan.
Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan acara.
Ia menyebut dukungan datang dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, perusahaan, serta para donatur yang berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung.
“Kami mewakili masyarakat Kabupaten Pelalawan berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Dukungan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial keagamaan masih menjadi prioritas bersama dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.***red/rfm
Rezky FM
.png)

